Rabu, 16 September 2009

Psikologi Komunikasi

Pokok Bahasan
  1. Pengantar / pendahuluan
  2. Pengertian
  3. Manfaat dan tujuan mempelajari psikologi komunikasi
  4. Beberapa teori psikologi dan ciri pendekatannya
  5. Karaker tipe perilaku komunikasi
  6. Bentuk komunikasi
  7. Proses penyampaian pesan
  8. Psikologi pesan
  9. Pembentukan persepsi
  10. Pengaruh komunikasi
  11. Feedback

RUANG LINGKUP
Apa saja yang dipelajari dalam psikologi komunikasi?
  1. Mempelajari tentang karakteristik psikologis tipe-tipe pelaku komunikasi
  2. Mempelajari karakter bentuk-bentuk komunikasi
  3. Mempelajari proses penyampaian pesan
  4. Mempelajari tentang psikologi pesan
  5. Mempelajari proses pembentukan persepsi
  6. Mempelajari tentang pengaruh komunikasi
  7. Mempelajari tentang feedback (umpan balik) komunikasi

PENGERTIAN
Apakah Psikologi itu? Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa.

Beberapa pengertian psikologi komunikasi:
  • Adalah ilmu yang mempelajari komunikasi yang dilihat dari aspek psikologi.
  • Adalah ilmu yang berusaha mendeskripsikan, memprediksikan, dan mengontrol mental dan perilaku, baik komunikasi yang dilakukan melalui komunikasi antar personal, komunikasi kelompok, maupun komunikasi massa.
  • Adalah ilmu yang meneliti kesadaran dan pengalaman manusia.

Komunikasi personal (personal communication)
Adalah komunikasi yang terjadi antar personal. Karakter komunikasi antar personal; tidak formal, intim, feedback dan respons bisa diketahui secara langsung pada saat komunikasi tersebut berlangsung. Komunikasi dapat berlangsung dua arah (two way traffic communication)

Komunikasi kelompok
Komuniksi yang terjadi dalam sebuah kelompok. Komunikasi dapat berlangsung dua arah (two way traffic communication). Karakter feedback dan respons bisa diketahui secara langsung pada saat komunikasi tersebut berlangsung, dapat formal maupun non formal.

Komunikasi massa
Massa tidak saling kenal, jumlah massa besar (tidak dapat dihitung), tersebar di sejumlah tempat, biasanya bermedia (melalui perantara, misalnya televisi, radio, filem, suratkabar, majalah, inernet), pesan diterima secara serentak, respond dan feedback cenderung tidak dapat diketahui secara langsung (bersifat tertunda), komunikatornya bersifat melembaga (pesan tidak dihasilkan oleh satu orang/komunikator saja, melainkan membutuhkan keterlibatan banyak orang).

MANFAAT DAN TUJUAN MEMPELAJARI PSIKOLOGI KOMUNIKASI
Untuk apa mempelajari psikologi komunikasi?
  1. Agar penyampaian komunikasi dapat lebih efektif
  2. Menciptakan pengertian dalam berkomunikasi
  3. Kesenangan à komunikasi fatis (untuk menimbulkan kesenangan)
  4. Mempengaruhi sikap secara lebih mudah
  5. Menciptakan / membangun hubungan social yang baik
  6. Mendapatkan / memperoleh tindakan à melahirkan tindakan yang dikehendaki
  7. Untuk penyembuhan (komunikasi teraputik) à kedokteran, psikologi, dll.

Pesan yang efektif berarti:
  1. Pesan yang disampaikan oleh komunikator dapat dipersepsi secara sama oleh komunikator itu sendiri.
  2. Pesan yang disampaikan tersebut dipersepsi secara sama oleh komunikan sebagaimana yang dipersepsi oleh komunikator.

Mutual understanding :
  1. Frame of reference
  2. Field of experience

BEBERAPA TEORI PSIKOLOGI DAN CIRI PENDEKATANNYA
Empat teori psikologi:
  1. Psikoanalisis. Perilaku manusia merupakan hasil interaksi 3 sub system, yaitu id, ego dan superego. Id àdalah bagian kepribadian yang mendorong keinginan biologis manusia. (libido = instink reproduktif yang konstruktif; thanatos = instink yang destruktif). Ego àdalah menjembatani id dengan realitas dunia luar, mediator hasrat hewani dengan tuntutan rasional dan realistic. Superego àdalah polisi kepribadian
  2. Behaviorisme. Reaksi terhadap introspeksionisme (yang menganalisis jiwa manusia berdasar laporan subyektif) dan psikoanalsis. Behaviorisme hanya menganalisis dari perilaku yang nampak, dapat diukur, dilukiskan, dan diramalkan. Sering sisebut pula dengan teori belajar. Contoh -> eksperimen albert dan tikus
  3. Psikologi kognitif. Manusia dipandang sebagai mahluk yang selalu berfikir, punya akal. Akal-lah yang mengendalikan jiwa.
  4. Psikologi humansitik. Manusia sebagai mahluk yang manusiawi. Manusia dilihat sebagai mahluk yang memiliki keinginan/motiv, perasaan, dan sisi-sisi kemanusiaan lainnya.

Komunikasi banyak dibesarkan oleh studi tentang psikologi, tapi bukan berarti komunikasi adalah sub disiplin psikologi. Beberapa ahli komunikasi yang datang dari disiplin ilmu psikologi, antara lain Kurt Lewin, Paul Lazarsfield, dan Carl Hofland.

Ciri pendekatan psikologi komunikasi:
  • penerimaan stimuli secara indrawi (sensory reception of stimuli)
  • proses yang mengantarai stimuli dan respon (internal mediation of stimuli)
  • prediksi respon (prediction or response)
  • peneguhan respon (reinforcement of responses)

Pesan dibagi dalam dua kategori, yaitu pesan verbal, dan non verbal. Verbal yang disampaikan lisan dan tulisan.

KARAKTER TIPE PELAKU KOMUNIKASI
Dalam komnikasi, ada dua pihak yang terlibat dalam proses komunikasi, yaitu komunikator dan komunikan. Komunikator adalah pihak penyampai pesan / penyandi / pengirim pesan. Komunikan adalah pihak penerima pesan / pengurai pesan. Tiap pihak tersebut memiliki perilaku yang khas.

Ada 3 karakter yang didasarkan pada perilaku dalam berkomunikasi, yaitu karakter anak-anak; karakter dewasa; karakter orang tua.

Karakter anak-anak memiliki sifat egois, selalu ingin menang sendiri, keinginanya selalu ingin segera dipenuhi, tidak memperdulikan orang lain, suka memerintah, tidak suka dikritik, dan suka diperhatikan.

Karakter dewasa memiliki sifat tidak egois, mau memperhatikan orang lain, mampu menahan diri, mau menerima kritik, mau mendengarkan pendapat orang lain, tidak menggurui.

Karakter orang tua memiliki sifat egois, suka memerintah, tidak suka digurui namun suka menggurui, tidak suka dikritik.

Tiap manusia pelaku komunikasi memiliki ketiga perilaku tersebut dalam kesehariannya. Selain memiliki juga bisa menjalankan tiga karakter seperti itu. Hanya saja, tiap orang memiliki kecenderungan yang lebih besar pada hanya satu karakter saja.

Perilaku dewasa merupakan perilaku yang terbaik dalam kegiatan komunikasi. Pada tipe perilaku dewasa ini, mutual understanding antara komuikator dan komunikan dapat lebih mudah dibentuk.

Dari aspek kepribadian, karekater pelaku komunikasi dapat dibagi dalam 2 sifat, yaitu: ekstrofert dan introfert. Ekstovert adalah tipe orang yang mudah terbuka, gampang menerima perubahan, gampang percaya dengan orang lain. Introvert adalah tipe kebalikan dari ekstrovert, yaitu tertutup, tidak mudah percaya dengan orang lain, silit berubah.

Berdasar gaya hidup, karakteristik perilaku para pelaku komunikasi dapat dibagi dalam 2 kategori, yaitu cosmopolitan dan bukan cosmopolitan. Cosmopolitan adalah gaya hidup dengan karakter seperti orang kota pada umumnya, sementara bukan cosmopolitan adalah karakter masyarakat desa.

BENTUK-BENTUK KOMUNIKASI
Bentuk komunikasi:
  1. Komunikasi antar persona / komunkasi antar pribadi / komunikasi antar personal. Bentuk komunikasinya yaitu berlangsung antara 2 orang. Umumnya bersifat personal, feedback dapat terjadi secara segera, komunikasinya dapat berlangsung satu maupun dua arah.
  2. Komunikasi intrapesona / intra personal. Memiliki sifat hanya melibatkan satu orang; satu pihak tersebut berpersan sebagai komunikator maupun komunikan.
  3. Komunikasi kelompok / komunikasi lebih dari 2 orang. Memiliki sifat melibatkan lebih dari 2 orang; pola komunikasi yang terjadi bersifat multi arah. Dapat bersifat personal maupun formal; feedback dapat terjadi secara langsung; dan komunikasinya umumnya berlangsung satu arah.
  4. Komnikasi massa / komunikasi yang melibatkan massa, bersifat antara lain; pesan disampaikan ke massa; komunikator bisa bersifat individual maupun kelompok (organisasi); umumnya menggunakan media massa; jumlah komunikannya banyak, antar satu dengan yang lain tidak saling kenal; umumnya komunikan tidak berinteraksi dengan yang lain; komunikan menerima pesan secara serentak; umumnya umpan balik bersifat tertunda.

Disebut massa artinya: banyak orang, dimana antara satu dengan yang lain tidak saling mengenal. Umpan balik yang bersifat tertunda artinya, biasanya umpan balik/feedback tidak dapat disampaikan secara segera atau bersamaan dengan penyampaian pesan dilakkan. Namun, dewasa ini aspek umpan balik yang dapat ditimbulkan oleh media massa dapat bersifat langsung.

PROSES PENYAMPAIAN PESAN
Berdasarkan ada atau tidak ada media yang digunakan, pesan disampaikan dapat disampaikan secara langsung (tidak menggunakan media) maupun melalui media (alat). Contoh komunikasi yang langsung, yaitu komunikasi antar personal, sementara komunikasi yang bermedia misalnya penyampaian pesan melalui media surat kabar, televisi, majalah, internet, film, media luar ruang, handphone dan berbagai media komunikasi lainnya.

Berdasarkan sifatnya, penyampaian pesan juga dapat berjalan searah (one way traffic communication) dan dua arah (two way traffic communications). Disebut searah kalau pesan hanya disampaikan dari satu pihak saja, yaitu dari komunikator, sementara komunikan hanya sebagai pihak yang pasif, tidak memberikan feedback. Disebut dua arah adalah proses komunikasi yang berjalan timbal balik antara komunikator dan komunikan. Artinya, pesan disampaikan tidak saja dari komunikator, namun komunikan juga ikut memberikan respon atas pesan yang disampaikan oleh komunikator.

PSIKOLOGI PESAN
Pesan adalah apa-apa yang dikomunikasikan kepada orang lain yang mengandung maksud tertentu. Pesan komunikasi dapat berupa pesan verbal maupun non verbal. Pesan verbal adalah pesan yang tertulis maupun yang disampaikan melalui lisan. Di luar itu, disebut dengan pesan non verbal. Pesan non verbal dapat berupa:
1.Pesan non verbal visual
a. Proksemik (kedekatan jarak; jarak sosial, personal, dan jarak intim)
b. Artifaktual (apa yang melekat/dipakai)
c. Kinestik (gerak)
2.Pesan non verbal non visual
a. Odoristik (bau-bauan)
3.Pesan non verbal auditiv
a. Paralinguistik (tekanan dan irama kata)

Dalam komunikasi, pesan non verbal sangat penting untuk diperhatikan. Bahkan menurut Ogilvy and Mather, pesan non verbal memiliki keefektifitasan komunikasi lebih dari 90 persen. Oleh karena itu, dalam komunkasi yang diperhatikan bukan hanya pesan verbal saja, melainkan pesan non verbal juga perlu sangat diperhatikan.

Fungsi pesan non verbal:
  1. Menentukan makna dalam komunikasi interpersonal
  2. Perasaan dan emosi dapat disampaikan lebih cermat dibanding pesan verbal.
  3. Menyampaikan makna dan maksud yang relative bebas dari penipuan, distorsi (pengurangan arti), dan kerancuan.
  4. Sebagai metakomunikasi yang sangat diperlukan dalam mencapai komunikasi yang berkualitas tinggi.
  5. Merupakan cara komunkasi yang lebih efiseien dibanding pesan verbal.
  6. Merupakan sugesti yang lebih tepat.
  7. Fungsi repetisi. Yaitu mengulang atau penegasan dari pesan verbal.
  8. Funsgsi subsitusi. Yaitu menggantikan pesan verbal. Misal, kita cukup mengawai dengan tangan sebagai pengganti upaya kita untuk memanggil nama seseorang untuk mendekat.
  9. Fungsi kontradiksi. Yaitu menggantikan pesan verbal namun yang dapat diartikan sebaliknya. Misalnya, kita mengucapkan “silahkan” kepada seseorang yang meminta sesuatu kepada kita, namun bila pesan non verbal yang ditampilkan oleh diri kta menunjukkan ketidak iklasan, maka pesan non verbal tersebut diartikan memiliki fungsi kontradiktif.
  10. Fungsi komplemen. Yaitu melengkapi penyampaian pesan verbal yang dilakukan.
  11. Fungsi aksentuasi. Yaitu sebagai variasi atau gaya saja dalam komunikasi yang dilakukan.

Dialek à bahasa khas komunitas budaya
Idialek Lfieldà `ahasa khas individu

Masalah dalam bahasa non varbal
  • li720Setiap budaya memiliki kecenderungan bahasa non vepbal yang (bisa) berbeda
  • Tergantung pada sensivitas pelaku komunikasi

PEMBENTUKAN PERSEPSI
Persepsi :Adalah pengalaman tentang obyek, peristiwa, atau hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan.

Tahap awal terjadinya persepsi adalah adanya sensasi terlebih dulu. Sensasi adalah Pemberian makna tergantung pada stimuli indrawi (sensori stimuli). Artinya, sebenarnya apapun yang ada dalam alam semesta ini bebas makna. Yang memberikan makna adalah orang-orang yang mempersepsi. Misalnya, warna merah. Sebenarnya warna tersebut tidak berarti apa-apa, tapi ia bisa berarti “sesuatu” tergantung pada orang yang memberikan makna kepadanya. Ia dapat diartikan sebagai berani, darah, marah, bergelora, lambing partai tertentu, dan sebagainya.

Factor-faktor yang mempengaruhi pembentukan persepsi yaitu factor personal dan factor situasional.

Factor personal adalah factor yang berasal dari dalam diri seseorang. Faktor situasional adalah factor yang datang dari luar diri seseorang yang terjadi sejalan dengan situasi dan kondisi pada saat berlangsungnya proses pembentukan persepsi. Factor personal meliputi factor biologis, emosi, kesukaan, kebiasaan, kemauan/motiv, kepribadian, tingkat pendidikan, tingkat kecerdasan, system kepercayaan (belief system) dan factor agama.

Menurut Edward G Sampson, factor situasional meliputi:
  1. Aspek obyektif dari lingkungan
  2. Lingkungan psikososial seperti yang dipersepsi oleh kita
  3. Stimuli yang mendorong dan mempengarui perilaku

Aspek obyektif dari lingkungan meliputi factor ekologis (lingkungan); desain dan arsitektural, temporal, analisis suasana perilaku, teknologis, dan factor social. Factor social meliputi struktur organisasi, system peranan, struktur kelompok, dan karakteristik populasi.

Pesan yang diberikan oleh komunikator dapat membentuk, mempengaruhi dan merubah citra. Pembentukan citra merupakan peristiwa mental karena ia terjadi dalam benak atau pikiran manusia.

Ada 2 macam memori dalam diri manusia, yaitu short term memory dan long term memory. Short term memory adalah kemampuan mengingat manusia yang hanya dalam jangkan pendek. Sementara long term memory adalah kemampuan mengingat dalam jangka panjang (lebih lama). Kemampuan mengingat seseorang dipengaruhi oleh seberapa dalam kesan yang ditangkap orang tersebut atas stimuli yang ditangkapnya serta seberapa sering stimuli itu datang kepadanya. Kalau stimuli tersebut berkesan positif dan negative secara ekstrim dan datang terus menerus, biasanya akan mampu menorehkan kesan yang lama (tersimpan dalam long term memory).

PENGARUH KOMUNIKASI

Pengaruh komunikasi dapat bersifat segera maupun tertunda. Pengaruh segera adalah pengaruh yang langsung muncul begitu pesan komunikasi diberikan. Sementara pengaruh yang besifat tertunda adalah pengaruh komunikasi yang muncul tidak berbarengan dengan penyampaian pesan, melainkan ada jeda waktu antara munculnya pengaruh komunikasi dengan penyampaian pesan.

Pengaruh komunikasi dapat berbentuk pengaruh kognitif, afektif maupun psikomotorik.
Pengaruh kognitif misalnya bertambahnya pengetahuan. Pengaruh afektif misalnya berbentuk perasaan baik perasaan suka maupun tidak suka. Sementara pengaruh psikomotorik adalah pengaruh yang berwujud perilaku.

Pengaruh komunikasi terjadi karena adanya stimuli yang diberikan oleh komunikator. Stimulus / rangsangan / stimuli adalah macam perubahan apa saja yang baik bersifat mekanis (gerak), psikis, maupaun kimiawi yang mengenai alat indra. Biasanya, tiap respon didahului dengan stimuli terlebih dahulu. Respon artinya tanggapan. Respon terjadi karena stimuli tersebut ditangkap oleh indera manusia.

Indera manusia adalah reseptor yaitu bagian tertentu dari badan manusia yang memiliki kepekaan terhadap stimulus tertentu yang ada di sekitarnya.



Indra manusia terdiri atas:
  1. Indera penglihatan à menangkap stimuli visual
  2. Indera pendengar à mampu menangkap sinyal gelombang / frekuesnsi 25 – 20.000 getaran per detik.
  3. Indera pegecap dan pembau
  4. Indera perasa à ada di kulit
  5. Indera keseimbangan
  6. Indera koordinasi otot à kesadaran terhadap gerakan tubuh
  7. Indera Visceral à indera yang mampu merasakan berberbagai hal pada tubuh, misalnya rasa sakit. Indera ini terletak di dalam tubuh

Umumnya stimuli yang terjadi secara terus menerus dan sama maka tidak akan dianggap sebagai stimuli. Akibatnya, stimuli itu tidak diprhatikan atau tidak dianggap sebagai stimuli. Dampaknya, iklan yang dipasang tidak ada perubahan dan disampaikan secara terus menerus, akan berkurang keefektifitasannya. Oleh karena itu, agar efektifitasnya jadi lebih baik kembali, maka sebaiknya pesan harus diubah, misalnya bentuk, warna, ukurannya, gerak, odoristik (bau-bauannya).

Efek kemunikasi massa merupakan salah satu bentuk pengaruh komunikasi.

Ada beberapa teori tentang pengaruh yang ditimbulkan oleh media massa. Mereka itu ialah sebagai belikut:
1.The bullet theory/teori peluru (the hypodermic theory/jarum suntik)
Teori ini dipicu dari kasus pengaruh siaran radio berupa penyiaran drama berjudul The Invasion of Mars pada tanggal 30 Oktober 1938 yang ditulis oleh Orson-Welles. Drama radio ini dikemas secara menarik dan seperti sebuah kejadian yang sesungguhnya yang berceritera tentang penyerbuan mahluk dari planet Mars. Akibatnya, penduduk panic dan terjadi kekacauan massa karena mereka beramai-ramai menyelamatkan diri. Peristiwa ini menarik perhatian peneliti komunikasi dan menguatkan teori keperkasaan media, dimana media dianggap memiliki pengaruh yang sangat kuat. Begitu pesan disampaikan melalui media massa, begitu pla pengaruh dipastikan akan muncul. Teori ini sering pula dikategorikan sebegai teori Stimulus Respon Theory (SR Theory). Teori ini menganggap khalayak sebagai pihak yang pasif.

2.Nol Theory
Teori ini justru menganggap bahwa media tidak memiliki pengaruh terhadap khalayak, alias nol atau tidak ada. Pelopor teori ini Elizabeth Noelle – Neumann (1973). Teori ini dikuatkan dengan beberapa penelitian, misalnya Carl I Hovland yang menyelidiki tentang pengaruh filem terhadap tentara yang dimaksudkan untuk menghilangkan prasangka social. Setelah filem tersebut ditayangkan di hadapan tentara, ternyata tidak ada pengaruh yang berarti dari para tentara tersebut. Ada juga peneitian dari Paul Lazarfiled tentang pengaruh media terhadap pemilih dalam pemilu. Sekalipun di media massa banyak disampaikan tentang kampanye, namun pemilih cenderung tidak terpengaruh dalam menentukan sikap plitiknya. Khalayak dianggap sebagai pihak yang aktif.

3. Teori Kognitiv Disonance
Adalah teori yang menyatakan bahwa manusia cenderung menghindari rasa tidak senang dan ketidakpastian, sehingga cenderung menghindari informasi yang tidak sesuai dengan sikap dan keyakinannya. Misalnya, anda tidak mau menonton televisi saat di televisi di tanyangkan seorang tokoh politik yang sejak awal anda tidak sukai.

4.Uses and Gratifications
Pendekatan teori ini diyatakan pertama kali oleh Elihu Katz (1959). Teori ini berusaha sebagai reaksi terhadap Bernard Berelson yang berpendapat bahwa apa yang orang perbuat terhadap media. Artinya, khalayak menggunakan media sebagai penyaluran dari perasaan dan keinginan yang dimiliki. Misalnya, melihat acara tinju, sebenarnya adalah bentuk penyaluran dari hasrat manusia untuk berkelahi. Dengan kata lain, media massa dapat meajdi katarsis atau penyaluran dari manusia atas keinginan dan perasaan tertentu yang dimilikinya.

5. Theory of Cognitive dissonance
Teori ini dapat dijelaskan bahwa manusia pada hakekatnya menghindari segala sesuatu yang tidak disukai atau tidak dikehendakinya. Termasuk, menghindari pesan media massa yang tidak disukainya. Contoh, kita umumnya akan menghindari pesan dari media massa yang tidak kita sukai. Missal, kalau kita tidak suka dengan partai tertentu, kita akan tidak mau melihat, mendengar dan membaca berita tentang partai politik tersebut.

6.Agenda Setting
Teori ini dapat dijelaskan bahwa isi media merupakan agenda tertentu. Apa yang termuat dalam media merupakan agenda yang ditentukan oleh pengelola media massa. Media menentukan apa yang menjadi wacana dalam masyarakat. Agenda media belum tentu sama dengan agenda yang diinginkan oleh masyarakat. Agenda yang menjadi pembicaraan riil di masyarakat disebut dengan agenda public atau agenda masyarakat. Bicara tentang agenda media, sering kita akan bicara tenang realitas. Realitas dibagi dalam dua macam, yaitu realitas media dan realitas empiric. Realitas media adalah realitas yang ada dan dibentuk oleh media. Sementara realitas empiric adalah realitas yang ada atau terjadi secara sesungguhnya di masyarakat. Realitas media adalah realitas yang sudah diseleksi oleh pengelola media (sering disebut dengan realitas tangan kedua / second hand reality).
  • Individu
  • Organisasi
  • Rutin
  • Ektra media
  • Idologi

7. Teori perpanjangan indera manusia
Teori ini memendang bahwa keharidan media massa secara fisik punya pengaruh terhadap masyarakat. Karena kehadiran media massa, maka jadwal hidup, kebiasaan, perilaku manusia berubah.

8. Reflektive – projective theory
Bahwa media massa dianggap sebagai cerminan dari masyarakat yang mencerminkan citra ambigu (yang menimbulkan tafsiran bermacam-macam) sehingga pada setiap media massa orang mencerminkan atau melihat citranya. Media massa mencerminkan citra khalayak, dan khalayak mencitrakan kembali citra tersebut pada media massa. Penjelasan kongkritnya, media cenderung menyampaikan pesan yang diinginkan atau sebagai refleksi dari keinginan masyarakat.

Berbicara tentang pengaruh, maka kita tidak dapat melepasakan diri dari membicarakan tentang kredibilitas komunikator. Sebab, pengaruh umumnya akan dikaitkan dengan kredibilitas yaitu sesuatu yang membuat dipercaya oleh khalayak. Kredibilitas dapat terjadi karena keahlian, performa (tampilan/kredibilias unjuk), dan kekuasaan.

Bicara tentang pengaruh, kita juga tidak dapat lepas membicarakan tentang kesamaan dan ketidaksamaan. Kesamaan atau homofili adalah apabila antara komunikator dan komunikan teradap kesamaan. Kesamaan tersebut dapat kesamaan bahasa, kerangka pikir, kesukaan, asal suku, pengetahuan, pendidikan, agama, dan sebagainya. Kesamaan dapat memberikan dorongan kepada khalayak untuk mengikuti pesan yang disampaikan oleh komunikator. Kebalikan dari homofili adalah heterofili, yaitu ketidaksamaan antara komunikator dan komunikan. Apabila terdapat heterofili, maka kuat diprediksi komunikasi tidak akan tercapai mutual understanding.

Dalam komunikasi, kita perlu membangun homovili, agar tercipta mutual understanding secara lebih mudah. Manfaat homovili:
  1. Kesamaan akan mempermudah proses pengalihsandian (decoding/penerjemahan) pesan yang disampaikan dalam proses komunkasi.
  2. Kesamaan membantu membangun premis yang sama, dan membantu mempermudah proses deduktif.
  3. Kesamaan menyebabkan komunkan tertarik pada komunkator.
  4. Kesamaan menumbuhkan rasa hormat dan percaya pada komunikator.

FEEDBACK (UMPAN BALIK) KOMUNIKASI
Umpan balik adalah respon yang diberikan oleh komunikan atas penyampaian pesan yang diberikan oleh komunkator. Respon tersebut dapat bersifat segera maupun tertunda. Respon segera adalah respon yang terjadi segera atau bersamaan dengan penyampaian pesan yang diberikan oleh komunikator. Sementara respon tertunda adalah respon yang diberikan oleh komunkan namun terjadi tidak langsung bersamaan dengan penyampaian pesan, melainkan terdapat jeda antara penyampaian pesan dengan respon yang muncul. Umumnya, respon segera banyak terjadi dalam komunikasi antar persona maupun komunikasi kelompok. Sementara respon tertunda banyak terjadi dalam komunikasi yang menggunakan media (massa).

1 komentar:

Sekar Ayuningtyas mengatakan...

sumber?

Poskan Komentar

 
Template by Administrator Frelia | Anak SD | Blogger